EFEKTIFITAS MODEL
PEMBELAJARAN QUANTUM DALAM PEMBELAJARAN SAINS
A. Pengertian Model Pembelajaran Quantum
Quantum Teaching berasal dari dua kata
yaitu “Quantum” yang berarti interaksi yang mengubah energi
menjadi cahaya dan “Teaching” yang berarti mengajar. Dengan demikian
maka Quantum Teaching adalah orkestrasi bermacam-macam interaksi
yang ada didalam dan disekitar momen belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup
unsur-unsur belajar yang efektif yang dapat mempengaruhi kesuksesan
siswa.
Dalam Quantum
Teaching terdapat tiga hal yang harus dipahami yaitu, Quantum,
Pemercepatan belajar, dan fasilitasi. Quantum artinya adalah interaksi yang
mengubah energi menjadi cahaya. Sehingga Quantum Teaching adalah
upaya guru mengorkestrasikan berbagai interaksi yang berada di dalam dan di
sekitar momen belajar, sehingga kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi
cahaya. Interaksi-interaksi mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang
mempengaruhi kesuksesan siswa, sekaligus mengubah kemampuan dan bakat alamiah
siswa menjadi cahaya yang bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain,
(DePorter, 2004:5). Pemercepatan
belajar berarti menyingkirkan hambatan yang menghalangi proses belajar alamiah
dengan sengaja menggunakan musik, mewarnai lingkungan sekeliling, menyusun
bahan pengajaran yang sesuai, dan keterlibatan aktif, (DePorter, 2004:5).
Fasilitasi, artinya memudahkan segala hal.
Pembelajaran quantum
learning adalah suatu kegiatan pembelajaran dengan suasana yang
menyenangkan. Quantum learning merupakan salah satu pengajaran
yang menuntut adanya kebebasan, santai, menakjubkan, menyenangkan, dan menggairahkan.
Karakteristik dalam model pembelajaran quatum learning yaitu
penataan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan serta menggunakan
iringan musik yang disesuaikan dengan suasana hati serta menggunakan berbagai
jenis musik merupakan kunci menuju quantum learning seperti
musik pop, dangdut, klasik, jazz dan lain – lain. Menurut Bobby
DePorter & Hernacki (2004:12) belajar dengan menggunakan quantum
learning akan memberikan manfaat yaitu :
1)
bersikap positif
2)
meningkatkan
motivasi
3)
keterampilan seumur hidup
4)
kepercayaan diri dan
5)
sukses atau hasil belajar yang meningkat.
Berdasarkan keterangan di atas dapat
disimpulkan pembelajaran Quantum Teaching adalah upaya guru
untuk mengorkestrasikan berbagai interakasi dalam proses pembelajaran menjadi
cahaya yang melejitkan prestasi siswa, dengan menyingkirkan hambatan belajar
melalui penggunaan cara dan alat yang tepat, sehingga siswa dapat belajar
secara mudah dan alami (DePorter, 2002:5).
B. Asas Utama Quantum Teaching
Pembelajaran Quantum
Teaching memiliki asas utama: “Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan
antarkan dunia kita ke dunia mereka”. Maksud asas utama ini memberi pengertian
bahwa langkah awal yang harus dilakukan dalam pengajaran yaitu mencoba memasuki
dunia yang dialami oleh siswa. Cara yang dilakukan oleh seorang guru adalah
dengan mengajarkan sebuah peristiwa, pikiran atau perasaan yang diperoleh dari
kehidupan rumah, sosial, musik, seni, rekreasi atau akademis mereka. Setelah
kaitan itu terbentuk, maka dapat membawa mereka ke dalam dunia kita dan memberi
mereka pemahaman mengenai isi dunia itu. “Dunia Kita” dipeluas mencakup tidak
hanya para siswa, tetapi juga guru. Akhirnya dengan pengertian yang lebih luas
dan penguasaan lebih mendalam ini, siswa dapat membawa apa yang mereka pelajari
ke dalam dunia mereka dan menerapkannya pada situasi baru.
C. Prinsip –prinsip Quantum Teaching
Pembelajaran kuantum menggunakan prinsip-prinsip yang
terdiri dari lima macam, yaitu:
a) Segalanya
Berbicara
b) Segalanya
Bertujuan
c) Pengalaman Sebelum Pemberian Nama
d) Akui
Setiap Usaha dan
e) Jika
Layak Dipelajari, Maka Layak Pula Dirayakan.
D. Ciri-ciri Quantum Teaching
Secara garis besar pembelajaran yang menggunakan model Quantum
Teaching menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut.
- Penggunaan musik dengan
tujuan-tujuan tertentu.
- Pemanfaatan ikon-ikon sugestif.
- Penggunaan ”stasiun-stasiun
kecerdasan” untuk memudahkan siswa belajar sesuai dengan modalitas
kecerdasannya.
- Penggunaan bahasa yang unggul.
- Suasana belajar yang
menyenangkan dan saling memberdayakan.
E.
Model Quantum Teaching
Model pembelajaran quantum
learning merupakan model pembelajaran yang membiasakan belajar
menyenangkan. Dengan menerapkan model pembelajaran quantum
learning ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa sehinga
pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar secara menyeluruh. Quantum
Learning merupakan suatu cara membelajarkan siswa yang digagas oleh DePortter.
Melalui quantum learning siswa akan diajak belajar dalam suasana yang lebih
nyaman dan menyenangkan, sehingga siswa akan lebih bebas menemukan berbagai
pengalaman baru dalam belajarnya [3]. Model Quantum Teaching mengambil
bentuk yang hampir sama dengan sebuah simponi, yang membagi unsur-unsur
pembentuk simponi menjadi dua kateori, yaitu : konteks dan isi. Dalam konteks
terdapat unsur lingkungan, suasana, landasan dan rancangan. Sedangkan dalam isi
kita akan menemukan unsur fasilitasi, penyajian, serta keterampilan.
Adapun tujuan Quantum Teaching adalah untuk meraih
ilmu pengetahuan yang luas dengan berdasarkan prinsip belajar yang menyenangkan
dan menggairahkan.Terdapat perbedaan antara tujuan dan prioritas.Tujuan
merupakan hasil akhir yang ingin diraih. Sedangkan prioritas merupakan
tahapan-tahapan yang akan dilalui dalam mencapai tujuan.
Rancangan metode Quantum Teaching adalah “sistem TANDUR”. Definisinya sebagai berikut:
1.
Tumbuhkan
: Tumbuhkan minat siswa untuk belajar lebih giat
2.
Alami
: Berikan pengalaman-pengalaman belajar secara alami
3.
Namai
: Berikan informasi secukupnya saat minat memuncak
4.
Demonstrasikan :
Berikan kesempatan pada para siswa untuk menunjukkan hasil kerjanya
5.
Ulangi
: Ulangi kembali untuk memantapkan pemahaman siswa
6.
Rayakan
: Rayakan suatu keberhasilan yang diraih siswa.
F.
Langkah – Langkah Pembelajaran Quantum
Teaching
Langkah-langkah yang dapat diterapkan
dalam pembelajaran melalui konsep Quantum Learning adalah dengan cara:
1. Kekuatan Ambak ( Apa Manfaat Bagiku )
Ambak adalah motivasi yang didapat dari
pemilihan secara mental antara manfaat dan akibat-akibat suatu keputusan [3].
Motivasi sangat diperlukan dalam belajar karena dengan adanya motivasi maka
keinginan untuk belajar akan selalu ada. Pada langkah ini siswa akan diberi
motivasi oleh guru agar siswa dapat mengidentifikasi dan mengetahui manfaat
atau makna dari setiap pengalaman atau peristiwa yang dilaluinya dalam hal ini
adalah proses belajar.
2. Penataan lingkungan belajar
Dalam proses belajar dan mengajar
diperlukan penataan lingkungan yang dapat membuat siswa merasa aman dan nyaman,
dengan perasaan aman dan nyaman ini akan menumbuhlkan konsentrasi belajar siswa
yang baik. Dengan penataan lingkungan belajar yang tepat juga dapat mencegah
kebosanan dalam diri siswa.
3.
Memupuk sikap juara
Memupuk sikap juara perlu dilakukan untuk
lebih memacu dalam belajar siswa, seorang guru hendaknya jangan segan-segan
untuk memberikan pujian atau hadiah pada siswa yang telah berhasil dalam
belajarnya, tetapi jangan pula mencemooh siswa yang belum mampu menguasai
materi. Dengan memupuk sikap juara ini siswa akan merasa lebih dihargai.
4.
Bebaskan gaya belajarnya
Ada berbagai macam gaya belajar yang
dipunyai oleh siswa, gaya belajar tersebut yaitu: visual, auditorial dan
kinestetik. Dalam quantum learning guru hendaknya memberikan
kebebasan dalam belajar pada siswanya dan janganlah terpaku pada satu gaya
belajar saja.
5.
Membiasakan mencatat
Belajar akan benar-benar dipahami sebagai
aktivitas kreasi ketika siswa tidak hanya bisa menerima, melainkan bisa
mengungkapkan kembali apa yang didapatkan menggunakan bahasa hidup dengan cara
dan ungkapan sesuai gaya belajar siswa itu sendiri. Hal tersebut dapat
dilakukan dengan memberikan simbol-simbol atau gambar yang mudah dimengerti
oleh siswa itu sendiri, simbol-simbol tersebut dapat berupa tulisan.
6.
Membiasakan membaca
Salah satu aktivitas yang cukup penting
adalah membaca. Karena dengan membaca akan menambah perbendaharaan kata,
pemahaman, menambah wawasan dan daya ingat akan bertambah. Seorang guru
hendaknya membiasakan siswa untuk membaca, baik buku pelajaran maupun buku-buku
yang lain.
7.
Jadikan anak lebih kreatif
Siswa yang kreatif adalah siswa yang ingin
tahu, suka mencoba dan senang bermain. Dengan adanya sikap kreatif yang baik
siswa akan mampu menghasilkan ide-ide yang segar dalam belajarnya.
8.
Melatih kekuatan memori
Kekuatan memori sangat diperlukan dalam
belajar anak, sehingga siswa perlu dilatih untuk mendapatkan kekuatan memori
yang baik.
G. Lingkungan Quantum Teaching
Quantum Teaching berfokus pada hubungan dinamis dalam
lingkungan kelas, interaksi yang mendirikan landasan dan kerangka untuk
belajar. Segala sesuatu dalam lingkungan kelas menyampaikan pesan yang dapat
memacu atau menghambat belajar, Dhoroty dalam DePorter (2000:66). Lingkungan
kelas yang hangat, nyaman, rapi, bersih, dan suasana yang penuh keakraban
tentunya dapat memacu semangat siswa untuk belajar akan tetapi lingkungan kelas
yang sunyi, suram, dan tidak tertata tentunya dapat menghambat kegiatan belajar
siswa. Oleh karena itu untuk menciptakan lingkungan belajar yang
kondusif, Quantum Teaching memiliki ide-ide yang dapat
digunakan diantaranya adalah sebagai berikut.
- Poster Afirmasi. Menggambarkan
afirmasi seperti dialog internal, sehingga menguatkan keyakinan siswa
untuk belajar.
- Warna. Warna dapat digunakan
untuk memperkuat pengajaran guru dan belajar siswa.
- Pengaturan bangku. Pengaturan
bangku dapat disusun untuk mendukung tujuan belajar. Cara guru mengatur
bangku dapat memainkan peran penting dalam pengorkestrasian belajar.
- Musik. Guru dapat menggunakan
musik untuk menata suasana hati, mengubah keadaan mental siswa, dan
mendukung lingkungan belajar. Musik yang dapat digunakan diantaranya
adalah (Mozart, Bach, Vivaldi, Handel, dan musik klasik Satie dan
rachmaninof).
- Aroma. Guru dapat memberikan sedikit
aroma wewangian dalam lingkungan kelasnya. Menurut Hirsc dalam DePorter
(2000:72), manusia dapat meningkatkan kemampuan berpikir mereka secara
kreatif sebanyak 30% saat diberikan wangi bunga tertentu.
H. Kelebihan dan kekurangan Quantum Teaching
·
Kelebihan Quantum Teaching
a.
selalu berpusat pada apa yang masuk akal
bagi siswa
b.
menumbuhkan dan menimbulkan antusiasme
siswa
c.
adanya kerjasama
d.
menawarkan ide dan proses cemerlang dalam
bentuk yang enak dipahami siswa
e.
menciptakan tingkah laku dan sikap kepercayaan
dalam diri sendiri
f.
belajar terasa menyenangkan
g.
Ketenangan psikologi
h.
Motivasi dari dalam
i.
adanya kebebasan dalam berekspresi
j.
menumbuhkan idialisme, gairah dan cinta
mengajar oleh guru.
·
Kekurangan Quuantum Teaching
a.
memerlukan persiapan yang matang bagi guru
dan lingkungan yang mendukung
b.
memerlukan fasilitas yang memadai
c.
model ini banyak dilakukan di luar negeri
sehingga kurang beradaptasi dengan kehidupan di Indonesia, dan
d.
kurang dapat mengontrol siswa
Dari artikel diatas terdapat beberapa
pertanyaan yang menurut penulis menarik untuk didiskusikan ;
1. Bagaimana cara mengimplementasikan model Quantum
Teaching dalam kurikulum 2013?
2. Pada artikel di atas terdapat kelebihan-kelebihan
model Quantum Teaching, bagaimana merencanakan pembelajaran untuk siswa dengan
gaya belajar dan tipe kecerdasan yang beragam?
3. Bagaimana cara Guru untuk menerapkan model
Quantum Teaching ini secara efektif dalam pembelajaran sains di dalam kelas ?
jika yang terjadi pada kelas itu adalah rata-rata siswa yang tidak termotivasi
belajar, malas, cuek dan merasa pelajaran tersebut tidak penting?