Rabu, 28 Februari 2018


 EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM DALAM PEMBELAJARAN SAINS

A.    Pengertian Model Pembelajaran Quantum

Quantum Teaching berasal dari dua kata yaitu “Quantum” yang berarti interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya dan “Teaching” yang berarti mengajar. Dengan demikian maka Quantum Teaching adalah orkestrasi bermacam-macam interaksi yang ada didalam dan disekitar momen belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur belajar yang efektif yang dapat mempengaruhi kesuksesan siswa. 
Dalam Quantum Teaching terdapat tiga hal yang harus dipahami yaitu, Quantum, Pemercepatan belajar, dan fasilitasi. Quantum artinya adalah interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Sehingga Quantum Teaching adalah upaya guru mengorkestrasikan berbagai interaksi yang berada di dalam dan di sekitar momen belajar, sehingga kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya. Interaksi-interaksi mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa, sekaligus mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain, (DePorter, 2004:5). Pemercepatan belajar berarti menyingkirkan hambatan yang menghalangi proses belajar alamiah dengan sengaja menggunakan musik, mewarnai lingkungan sekeliling, menyusun bahan pengajaran yang sesuai, dan keterlibatan aktif, (DePorter, 2004:5). Fasilitasi, artinya memudahkan segala hal.
Pembelajaran quantum learning adalah suatu kegiatan pembelajaran dengan suasana yang menyenangkan. Quantum learning merupakan salah satu pengajaran yang menuntut adanya kebebasan, santai, menakjubkan, menyenangkan, dan menggairahkan. Karakteristik dalam model pembelajaran quatum learning yaitu penataan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan serta menggunakan iringan musik yang disesuaikan dengan suasana hati serta menggunakan berbagai jenis musik merupakan kunci menuju quantum learning seperti musik pop, dangdut, klasik, jazz dan lain – lainMenurut Bobby DePorter & Hernacki (2004:12) belajar dengan menggunakan quantum learning akan memberikan manfaat yaitu :
1)     bersikap positif
2)      meningkatkan motivasi
3)     keterampilan seumur hidup
4)     kepercayaan diri dan
5)     sukses atau hasil belajar yang meningkat.
Berdasarkan keterangan di atas dapat disimpulkan pembelajaran Quantum Teaching adalah upaya guru untuk mengorkestrasikan berbagai interakasi dalam proses pembelajaran menjadi cahaya yang melejitkan prestasi siswa, dengan menyingkirkan hambatan belajar melalui penggunaan cara dan alat yang tepat, sehingga siswa dapat belajar secara mudah dan alami (DePorter, 2002:5).

B.    Asas Utama Quantum Teaching

Pembelajaran Quantum Teaching memiliki asas utama: “Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”. Maksud asas utama ini memberi pengertian bahwa langkah awal yang harus dilakukan dalam pengajaran yaitu mencoba memasuki dunia yang dialami oleh siswa. Cara yang dilakukan oleh seorang guru adalah dengan mengajarkan sebuah peristiwa, pikiran atau perasaan yang diperoleh dari kehidupan rumah, sosial, musik, seni, rekreasi atau akademis mereka. Setelah kaitan itu terbentuk, maka dapat membawa mereka ke dalam dunia kita dan memberi mereka pemahaman mengenai isi dunia itu. “Dunia Kita” dipeluas mencakup tidak hanya para siswa, tetapi juga guru. Akhirnya dengan pengertian yang lebih luas dan penguasaan lebih mendalam ini, siswa dapat membawa apa yang mereka pelajari ke dalam dunia mereka dan menerapkannya pada situasi baru.

C.     Prinsip prinsip Quantum Teaching
Pembelajaran kuantum menggunakan prinsip-prinsip yang terdiri dari lima macam, yaitu: 
a)     Segalanya Berbicara
b)     Segalanya Bertujuan
c)       Pengalaman Sebelum Pemberian Nama
d)     Akui Setiap Usaha dan
e)     Jika Layak Dipelajari, Maka Layak Pula Dirayakan.

D.    Ciri-ciri Quantum Teaching
Secara garis besar pembelajaran yang menggunakan model Quantum Teaching menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Penggunaan musik dengan tujuan-tujuan tertentu.
  2. Pemanfaatan ikon-ikon sugestif.
  3. Penggunaan ”stasiun-stasiun kecerdasan” untuk memudahkan siswa belajar sesuai dengan modalitas kecerdasannya.
  4. Penggunaan bahasa yang unggul.
  5. Suasana belajar yang menyenangkan dan saling memberdayakan.
E.                 Model Quantum Teaching
Model pembelajaran quantum learning merupakan model pembelajaran yang membiasakan belajar menyenangkan. Dengan menerapkan model pembelajaran quantum learning ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa sehinga pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar secara menyeluruh. Quantum Learning merupakan suatu cara membelajarkan siswa yang digagas oleh DePortter. Melalui quantum learning siswa akan diajak belajar dalam suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan, sehingga siswa akan lebih bebas menemukan berbagai pengalaman baru dalam belajarnya [3]. Model Quantum Teaching mengambil bentuk yang hampir sama dengan sebuah simponi, yang membagi unsur-unsur pembentuk simponi menjadi dua kateori, yaitu : konteks dan isi. Dalam konteks terdapat unsur lingkungan, suasana, landasan dan rancangan. Sedangkan dalam isi kita akan menemukan unsur fasilitasi, penyajian, serta keterampilan.
Adapun tujuan Quantum Teaching adalah untuk meraih ilmu pengetahuan yang luas dengan berdasarkan prinsip belajar yang menyenangkan dan menggairahkan.Terdapat perbedaan antara tujuan dan prioritas.Tujuan merupakan hasil akhir yang ingin diraih. Sedangkan prioritas merupakan tahapan-tahapan yang akan dilalui dalam mencapai tujuan.
Rancangan metode Quantum Teaching adalah “sistem TANDUR”. Definisinya sebagai berikut:
1.      Tumbuhkan               : Tumbuhkan minat siswa untuk belajar lebih giat
2.      Alami                          : Berikan pengalaman-pengalaman belajar secara alami
3.      Namai                         : Berikan informasi secukupnya saat minat memuncak
4.      Demonstrasikan      : Berikan kesempatan pada para siswa untuk menunjukkan hasil  kerjanya
5.      Ulangi                         : Ulangi kembali untuk memantapkan pemahaman siswa
6.      Rayakan                     : Rayakan suatu keberhasilan yang diraih siswa.

F.                 Langkah – Langkah Pembelajaran Quantum Teaching
Langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam pembelajaran melalui konsep Quantum Learning adalah dengan cara:
1.     Kekuatan Ambak ( Apa Manfaat Bagiku )
Ambak adalah motivasi yang didapat dari pemilihan secara mental antara manfaat dan akibat-akibat suatu keputusan [3]. Motivasi sangat diperlukan dalam belajar karena dengan adanya motivasi maka keinginan untuk belajar akan selalu ada. Pada langkah ini siswa akan diberi motivasi oleh guru agar siswa dapat mengidentifikasi dan mengetahui manfaat atau makna dari setiap pengalaman atau peristiwa yang dilaluinya dalam hal ini adalah proses belajar.
2.     Penataan lingkungan belajar
Dalam proses belajar dan mengajar diperlukan penataan lingkungan yang dapat membuat siswa merasa aman dan nyaman, dengan perasaan aman dan nyaman ini akan menumbuhlkan konsentrasi belajar siswa yang baik. Dengan penataan lingkungan belajar yang tepat juga dapat mencegah kebosanan dalam diri siswa.
3.      Memupuk sikap juara
Memupuk sikap juara perlu dilakukan untuk lebih memacu dalam belajar siswa, seorang guru hendaknya jangan segan-segan untuk memberikan pujian atau hadiah pada siswa yang telah berhasil dalam belajarnya, tetapi jangan pula mencemooh siswa yang belum mampu menguasai materi. Dengan memupuk sikap juara ini siswa akan merasa lebih dihargai.
4.      Bebaskan gaya belajarnya
Ada berbagai macam gaya belajar yang dipunyai oleh siswa, gaya belajar tersebut yaitu: visual, auditorial dan kinestetik. Dalam quantum learning guru hendaknya memberikan kebebasan dalam belajar pada siswanya dan janganlah terpaku pada satu gaya belajar saja.
5.      Membiasakan mencatat
Belajar akan benar-benar dipahami sebagai aktivitas kreasi ketika siswa tidak hanya bisa menerima, melainkan bisa mengungkapkan kembali apa yang didapatkan menggunakan bahasa hidup dengan cara dan ungkapan sesuai gaya belajar siswa itu sendiri. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan simbol-simbol atau gambar yang mudah dimengerti oleh siswa itu sendiri, simbol-simbol tersebut dapat berupa tulisan.
6.      Membiasakan membaca
Salah satu aktivitas yang cukup penting adalah membaca. Karena dengan membaca akan menambah perbendaharaan kata, pemahaman, menambah wawasan dan daya ingat akan bertambah. Seorang guru hendaknya membiasakan siswa untuk membaca, baik buku pelajaran maupun buku-buku yang lain.
7.       Jadikan anak lebih kreatif
Siswa yang kreatif adalah siswa yang ingin tahu, suka mencoba dan senang bermain. Dengan adanya sikap kreatif yang baik siswa akan mampu menghasilkan ide-ide yang segar dalam belajarnya.
8.      Melatih kekuatan memori
Kekuatan memori sangat diperlukan dalam belajar anak, sehingga siswa perlu dilatih untuk mendapatkan kekuatan memori yang baik.

G.    Lingkungan Quantum Teaching
Quantum Teaching berfokus pada hubungan dinamis dalam lingkungan kelas, interaksi yang mendirikan landasan dan kerangka untuk belajar. Segala sesuatu dalam lingkungan kelas menyampaikan pesan yang dapat memacu atau menghambat belajar, Dhoroty dalam DePorter (2000:66). Lingkungan kelas yang hangat, nyaman, rapi, bersih, dan suasana yang penuh keakraban tentunya dapat memacu semangat siswa untuk belajar akan tetapi lingkungan kelas yang sunyi, suram, dan tidak tertata tentunya dapat menghambat kegiatan belajar siswa. Oleh karena itu untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, Quantum Teaching memiliki ide-ide yang dapat digunakan diantaranya adalah sebagai berikut.
  1. Poster Afirmasi. Menggambarkan afirmasi seperti dialog internal, sehingga menguatkan keyakinan siswa untuk belajar.
  2. Warna. Warna dapat digunakan untuk memperkuat pengajaran guru dan belajar siswa.
  3. Pengaturan bangku. Pengaturan bangku dapat disusun untuk mendukung tujuan belajar. Cara guru mengatur bangku dapat memainkan peran penting dalam pengorkestrasian belajar.
  4. Musik. Guru dapat menggunakan musik untuk menata suasana hati, mengubah keadaan mental siswa, dan mendukung lingkungan belajar. Musik yang dapat digunakan diantaranya adalah (Mozart, Bach, Vivaldi, Handel, dan musik klasik Satie dan rachmaninof).
  5. Aroma. Guru dapat memberikan sedikit aroma wewangian dalam lingkungan kelasnya. Menurut Hirsc dalam DePorter (2000:72), manusia dapat meningkatkan kemampuan berpikir mereka secara kreatif sebanyak 30% saat diberikan wangi bunga tertentu.
H.   Kelebihan dan kekurangan Quantum Teaching
·         Kelebihan Quantum Teaching
a.       selalu berpusat pada apa yang masuk akal bagi siswa
b.      menumbuhkan dan menimbulkan antusiasme siswa
c.       adanya kerjasama
d.      menawarkan ide dan proses cemerlang dalam bentuk yang enak dipahami siswa
e.       menciptakan tingkah laku dan sikap kepercayaan dalam diri sendiri
f.        belajar terasa menyenangkan
g.       Ketenangan psikologi
h.      Motivasi dari dalam
i.         adanya kebebasan dalam berekspresi
j.         menumbuhkan idialisme, gairah dan cinta mengajar oleh guru.

·         Kekurangan Quuantum Teaching
a.       memerlukan persiapan yang matang bagi guru dan lingkungan yang mendukung
b.      memerlukan fasilitas yang memadai
c.       model ini banyak dilakukan di luar negeri sehingga kurang beradaptasi dengan kehidupan di Indonesia, dan
d.      kurang dapat mengontrol siswa

Dari artikel diatas terdapat beberapa pertanyaan yang menurut penulis menarik untuk didiskusikan ;
1.       Bagaimana cara mengimplementasikan model Quantum Teaching dalam kurikulum 2013?
2.       Pada artikel di atas terdapat kelebihan-kelebihan model Quantum Teaching, bagaimana merencanakan pembelajaran untuk siswa dengan gaya belajar dan tipe kecerdasan yang beragam?

3.       Bagaimana cara Guru untuk menerapkan model Quantum Teaching ini secara efektif dalam pembelajaran sains di dalam kelas ? jika yang terjadi pada kelas itu adalah rata-rata siswa yang tidak termotivasi belajar, malas, cuek dan merasa pelajaran tersebut tidak penting?

3 komentar:

  1. menanggapi pertanyaan No 2. Perlu saudari reni ketahui Model pembelajaran Quantum Merupakan Salah satu Model pembelajaran Multiple intelegenci yang dimana model Multipe ini merupakan Kemampuan-kemampuan yang dimiliki seseorang tidak akan semuanya sama dengan kemampuan-kemampuan yang dimiliki orang lain, karena kemampuan banyak jenisnya (beranekaragam), dan keanekaragaman dari kemampuan-kemampuan itu nah berdasarkan hal tersebut kita dapat menyimpulkan dan dapat menjelaskan bahwa didalam model pembelajaran quantum tersebut telah menerapkan atau merencanakan pembelajaran untuk gaya belajar siswa yang berbeda-beda gaya belajar dan tingkat kecerdasan berikut langkah-langkah dari pembelajaran Quantum :
    1) Pengkondisian awal
    Tahap ini dimaksudkan untuk menyiapkan mental siswa mengenai model pembelajaran kuantum yang menuntut keterlibatan aktif siswa. Melalui pengkondisian awal akan memungkinkan dilaksanakannya proses pembelajaran yang lebih baik. Kegiatan yang dilakukan dalam pengkondisian awal meliputi: penumbuhan rasa percaya diri siswa, motivasi diri, menjalin hubungan, dan ketrampilan belajar.
    2) Penyusunan rancangan pembelajaran
    Tahap ini sama artinya dengan dengan tahap persiapan dalam pembelajaran biasa. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah penyiapan alat dan pendukung lainnya, penentuan kegiatan selama proses belajar mengajar, dan penyusunan evaluasi.
    3) Pelaksanaan metode pembelajaran kuantum
    Tahap ini merupakan inti penerapan model pembelajaran kuantum. Kegiatan dalam tahap ini meliputi T-A-N-D-U-R: (1) penumbuhan minat, (2) pemberian pengalaman umum, (3) penamaan atau penyajian materi, (4) demonstrasi tentang pemerolehan pengetahuan oleh siswa, (5) pengulangan yang dilakukan oleh siswa, (6) perayaan atas usaha siswa.
    4) Evaluasi
    Evaluasi dilaksanakan terhadap proses dan produk untuk melihat keefektifan model pembelajaran yang digunakan.

    BalasHapus
  2. terima kasih, menjawab nmor 3.
    menurut saya jika kita ingin mengunakan model quantum, gunakan model pembelajaran laen agar siswa termotifasi dan pada pertemuan selanjutnya gunakan model quantum.ini merupakan strategi pembelajaran guru.

    BalasHapus
  3. Saya mencoba menjawab pertanyaan nmor 3, itu adalah tugas guru untuk meningkatkan motivasi siswa tersebut, siswa yang termotivasi akan semangat dan aktif dalam mengikuti suatu pembelajaran, bisa dengan cara melihat gambar atau kejadian, atau dengan me mix kan dengan model pembelajaran lain yg dapat meningkatkan motivasi

    BalasHapus