Jumat, 09 Februari 2018


PEMBELAJARAN SAINS ABAD 21
Di abad ke 21 ini, pengaruh perkembangan teknologi sangat besar dalam berbagai aspek kehidupan. Begitu juga dengan dunia pendidikan. Pendidikan berada di masa pengetahuan (knowledge age) dengan percepatan peningkatan pengetahuan yang luar biasa. Percepatan peningkatan pengetahuan ini didukung oleh penerapan media dan teknologi digital yang disebut dengan information super highway (Gates, 1996). Sejak internet diperkenalkan di dunia komersial pada awal tahun 1970 an, informasi menjadi semakin cepat terdistribusi ke seluruh penjuru dunia.
Berdasarkan “21stCentury Partnership Learning Framework”, terdapat beberapa kompetensi dan/atau keahlian yang harus dimiliki oleh SDM abad 21,  antara lain:
1.    Kemampaun berpikir kritis dan pemecahan masalah (Critical-Thinking and Problem-Solving Skills)– mampu berfikir secara kritis, lateral, dan sistemik, terutama dalam konteks pemecahan masalah
2.    Kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama (Communication and Collaboration Skills) – mampu berkomunikasi dan berkolaborasi secara efektif dengan berbagai pihak
3.   Kemampuan mencipta dan membaharui (Creativity and Innovation Skills) – mampu mengembangkan kreativitas yang dimilikinya untuk menghasilkan berbagai terobosan yang inovatif
4.    Literasi teknologi informasi dan komunikasi (Information and ommunications Technology Literacy) – mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kinerja dan aktivitassehari-hari
5.    Kemampuan belajar kontekstual (Contextual Learning Skills) – mampu menjalani aktivitas pembelajaran mandiri yang kontekstual sebagai bagian dari pengembangan pribadi
6.    Kemampuan informasi dan literasi media (Information and Media Literacy Skills) – mampu memahami dan menggunakan berbagai media komunikasi untuk menyampaikan beragam gagasan dan melaksanakan aktivitas kolaborasi serta interaksi dengan beragam pihak.
Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang mempersiapkan generasi abad 21 dimana kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berkembang begitu cepat memiliki pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan termasuk pada proses belajar mengajar. Salah satu contoh kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki pengaruh terhadap proses pembelajaran ialah peserta didik diberi kesempatan dan dituntut untuk mampu mengembangkan kecakapannya dalam menguasai teknologi informasi dan komunikasi, sehingga peserta didik memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi pada proses pembelajaran yang bertujuan untuk mencapai kecakapan berpikir dan belajar peserta didik.
Selain itu, sistem pembelajaran abad 21 merupakan suatu peralihan pembelajaran dimana kurikulum yang dikembangkan saat ini menuntut sekolah untuk merubah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pendidik (teacher-centered learning)menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning).
Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa peserta didik harus memiliki beberapa kecakapan. Pada kurikulum 2013 diharapkan dapat diimplementasikan pembelajaran abad 21. Hal ini untuk menyikapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif. Adapun pembelajaran abad 21 mencerminkan empat hal. 
1.   Critical Thinking and Problem Solving
2.   Creativity and Innovation
3.   Communication
4.   Collaboration
Dalam Pedoman Pengembangan Kurikulum 2013 disebutkan bahwa pembelajaran IPA di tingkat SMP dilaksanakan dengan berbasis keterpaduan. Pembelajaran IPA di SMP dikembangkan sebagai mata pelajaran integrative science bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu yang berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pembangunan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan alam dan sosial dikembangkan dalam pembelajaran IPA. Integrative science mempunyai makna memadukan berbagai aspek yaitu domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dengan penerapan integrative science pada pembelajaran IPA di SMP, diharapkan akan terwujud 21st century skill.
            Pertanyaan saya yang pertama bagaimana jika sekolah dipelosok yang teknologi belum terjangkau? Apakah mereka dapat menerapkan pembelajaran abad 21 yang memerlukan teknologi? Lalu apakah semua sekolah benar-benar sudah menerapkan pembelajaran abad 21 yang di buat pemerintah yaitu K13? Terimakasih sebelumnya untuk pembaca yang meluangkan waktu berdiskusi.

4 komentar:

  1. Saya akan menyikapi pertanyaan no 2.? Dri segi Penerapan nya saja belum efektif karena hanya sekolah tertentu saja yg baru melaksanakan proses pembelajaran k13.

    BalasHapus
  2. Terimakasih ulasannya.
    Menurut saya belum semua sekolah menerapkan kurikulum 2013 seperti ancangan pemerintah, beberapa sekolah masih menggunakan kurikulum yg lama dan sekolah yg merapkan K13 pun blm semua menerapkan sesuai rncangannya. Seperti misalnya guru yg msh menggunakan metode ceramah dlm pembelajaran, padahal k13 berpusat pada siswa, bukan guru lg. Terimakasih..

    BalasHapus
  3. Sharing untuk pertanyaan nomor 3 bu reni, sekarang walaupun belum secara keseluruhan sekolah menerapkan k13 secara utuh, semuanya telah mengarahkan pendidikan menuju kurikulum k13, mungkin ada beberapa yang belum melaksanakannya krn terkait masalah sarana dan prasarana yg masih dlm proses untuk dilengkapi, tapi untuk materi pembelajarannya swndiri krn memakai rujukan buku yang sama secara nasional, maka hampir semua sekolah telah menerapkan materi pembelajaran sesuai k13

    BalasHapus
  4. saya akan mencoba menjawab pertanyaan apakah semua sekolah benar-benar sudah menerapkan pembelajaran abad 21 yang di buat pemerintah yaitu K13.
    jawabnnya iya semua sekolah sudah menerapkan pembelajaran kurikulum 2013 namun dalam hal penerpan dilapangan masih ada guru - guru yang sulit menerapkan pembeljaran dengan menggunakan kurikulum 2013. sehingga disini diperlukan sosialisasi di sekolah dengan mengadakan pelatihan kurikulum 2013.

    BalasHapus