PEMBELAJARAN SAINS ABAD 21
Di abad ke 21 ini, pengaruh
perkembangan teknologi sangat besar dalam berbagai aspek kehidupan. Begitu juga
dengan dunia pendidikan. Pendidikan berada di masa pengetahuan (knowledge age)
dengan percepatan peningkatan pengetahuan yang luar biasa. Percepatan
peningkatan pengetahuan ini didukung oleh penerapan media dan teknologi digital
yang disebut dengan information super highway (Gates, 1996). Sejak internet
diperkenalkan di dunia komersial pada awal tahun 1970 an, informasi menjadi
semakin cepat terdistribusi ke seluruh penjuru dunia.
Berdasarkan “21stCentury Partnership Learning
Framework”, terdapat beberapa kompetensi dan/atau keahlian yang harus dimiliki
oleh SDM abad 21, antara lain:
1. Kemampaun berpikir kritis
dan pemecahan masalah (Critical-Thinking and
Problem-Solving Skills)– mampu berfikir secara kritis, lateral, dan sistemik,
terutama dalam konteks pemecahan masalah
2. Kemampuan berkomunikasi dan
bekerjasama (Communication and
Collaboration Skills) – mampu berkomunikasi dan berkolaborasi secara
efektif dengan berbagai pihak
3. Kemampuan mencipta dan membaharui
(Creativity and Innovation Skills) –
mampu mengembangkan kreativitas yang dimilikinya untuk menghasilkan berbagai
terobosan yang inovatif
4. Literasi teknologi informasi dan
komunikasi (Information and ommunications Technology Literacy) – mampu
memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kinerja dan
aktivitassehari-hari
5. Kemampuan belajar
kontekstual (Contextual Learning Skills) – mampu menjalani aktivitas
pembelajaran mandiri yang kontekstual sebagai bagian dari pengembangan pribadi
6. Kemampuan
informasi dan literasi media (Information and Media Literacy Skills) – mampu
memahami dan menggunakan berbagai media komunikasi untuk menyampaikan beragam
gagasan dan melaksanakan aktivitas kolaborasi serta interaksi dengan beragam
pihak.
Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang
mempersiapkan generasi abad 21 dimana kemajuan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) yang berkembang begitu cepat memiliki pengaruh terhadap
berbagai aspek kehidupan termasuk pada proses belajar mengajar. Salah satu
contoh kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki pengaruh terhadap
proses pembelajaran ialah peserta didik diberi kesempatan dan dituntut untuk
mampu mengembangkan kecakapannya dalam menguasai teknologi informasi dan
komunikasi, sehingga peserta didik memiliki kemampuan dalam menggunakan
teknologi pada proses pembelajaran yang bertujuan untuk mencapai kecakapan
berpikir dan belajar peserta didik.
Selain
itu, sistem pembelajaran abad 21 merupakan suatu peralihan pembelajaran dimana
kurikulum yang dikembangkan saat ini menuntut sekolah untuk merubah pendekatan
pembelajaran yang berpusat pada pendidik (teacher-centered learning)menjadi
pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered
learning).
Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa peserta didik
harus memiliki beberapa kecakapan. Pada kurikulum 2013 diharapkan dapat
diimplementasikan pembelajaran abad 21. Hal ini untuk menyikapi tuntutan
zaman yang semakin kompetitif. Adapun pembelajaran abad
21 mencerminkan empat hal.
1. Critical
Thinking and Problem Solving
2. Creativity
and Innovation
3. Communication
4. Collaboration
Dalam Pedoman Pengembangan
Kurikulum 2013 disebutkan bahwa pembelajaran IPA di tingkat SMP dilaksanakan
dengan berbasis keterpaduan. Pembelajaran IPA di SMP dikembangkan sebagai mata
pelajaran integrative science bukan sebagai
pendidikan disiplin ilmu yang berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan
berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pembangunan sikap peduli dan
bertanggung jawab terhadap lingkungan alam dan sosial dikembangkan dalam
pembelajaran IPA. Integrative science mempunyai makna
memadukan berbagai aspek yaitu domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Dengan penerapan integrative science pada pembelajaran
IPA di SMP, diharapkan akan terwujud 21st century skill.
Pertanyaan
saya yang pertama bagaimana jika sekolah dipelosok yang teknologi belum terjangkau?
Apakah mereka dapat menerapkan pembelajaran abad 21 yang memerlukan teknologi? Lalu
apakah semua sekolah benar-benar sudah menerapkan pembelajaran abad 21 yang di
buat pemerintah yaitu K13? Terimakasih sebelumnya untuk pembaca yang meluangkan
waktu berdiskusi.
Saya akan menyikapi pertanyaan no 2.? Dri segi Penerapan nya saja belum efektif karena hanya sekolah tertentu saja yg baru melaksanakan proses pembelajaran k13.
BalasHapusTerimakasih ulasannya.
BalasHapusMenurut saya belum semua sekolah menerapkan kurikulum 2013 seperti ancangan pemerintah, beberapa sekolah masih menggunakan kurikulum yg lama dan sekolah yg merapkan K13 pun blm semua menerapkan sesuai rncangannya. Seperti misalnya guru yg msh menggunakan metode ceramah dlm pembelajaran, padahal k13 berpusat pada siswa, bukan guru lg. Terimakasih..
Sharing untuk pertanyaan nomor 3 bu reni, sekarang walaupun belum secara keseluruhan sekolah menerapkan k13 secara utuh, semuanya telah mengarahkan pendidikan menuju kurikulum k13, mungkin ada beberapa yang belum melaksanakannya krn terkait masalah sarana dan prasarana yg masih dlm proses untuk dilengkapi, tapi untuk materi pembelajarannya swndiri krn memakai rujukan buku yang sama secara nasional, maka hampir semua sekolah telah menerapkan materi pembelajaran sesuai k13
BalasHapussaya akan mencoba menjawab pertanyaan apakah semua sekolah benar-benar sudah menerapkan pembelajaran abad 21 yang di buat pemerintah yaitu K13.
BalasHapusjawabnnya iya semua sekolah sudah menerapkan pembelajaran kurikulum 2013 namun dalam hal penerpan dilapangan masih ada guru - guru yang sulit menerapkan pembeljaran dengan menggunakan kurikulum 2013. sehingga disini diperlukan sosialisasi di sekolah dengan mengadakan pelatihan kurikulum 2013.