Kamis, 22 Februari 2018

SISTEM PENILAIAN PROSES PEMBELAJARAN SAINS PADA SISWA

A.  PENGERTIAN PENILAIAN
Penilaian adalah proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu Untuk dapat menentukan suatu nilai atau harga suatu objek diperlukan adanya ukuran atau kriteria. Dalam penilaian Pendidikan, mencangkup tiga sasaran utama yakni program pendidikan, proses belajar mengajar  dan hasil-hasil belajar.
Keberhasilan pengajaran tidak hanya dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh siswa, tetapi juga dari segi prosesnya. Hasil belajar pada dasarnya merupakan akibat dari suatu proses belajar. Ini berarti optimalnya hasil belajar siswa tergantung pula pada proses belajar siswadan proses mengajar guru. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penilaian terhadap proses belajar-mengajar.
Penilaian proses merupakan penilaian yang menitikberatkan sasaran penilaian pada tingkat efektivitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. Penilaian proses belajar mengajar menyangkut penilaian terhadap kegiatan guru, kegiatan siswa, pola interaksi guru-siswa dan keterlaksanaan proses belajar mengajar.
Hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesikannya bahan pelajaran.
  
B.    PENILAIAN PROSES PEMBELAJARAN

Penilaian proses dilaksanakan saat proses pembelajaran berlangsung. Penilaian proses merupakan penilaian yang menitikberatkan sasaran penilaian pada tingkat efektivitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. Penilaian proses belajar mengajar menyangkut penilaian terhadap kegiatan guru, kegiatan siswa, pola interaksi guru-siswa dan keterlaksanaan proses belajar mengajar.

Tujuan penilaian proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah untuk mengetahui kegiatan belajar mengajar, terutama efesiensi, keefektifan, dan produktivitas dalam mencapai tujuan pengajaran. Dimensi penilaian proses belajar mengajar berkenaan dengan komponen-komponen proses belajarmengajar seperti tujuan pengajaran, metode, bahan pengajaran, kegiatan belajar dan mengajar guru, dan penilaian.

Penilaian mempunyai sejumlah fungsi di dalam proses belajar mengajar, yaitu:
1.    Sebagai alat guna mengetahui apakah siswa talah menguasai pengetahuan, nilai-nilai, norma-norma dan keterampilan yang telah diberikan oleh guru.
2.    Untuk mengetahui kelemahan peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar.
3.    Mengetahui tingkat ketercapaian siswa dalam kegiatan belajar.
4.    Sebagai sarana umpan balik bagi seorang guru, yang bersumber dari siswa.
5.    Sebagai alat untuk mengetahui perkembangan belajar siswa.
6.    Sebagai materi utama laporan hasil belajar kepada para orang tua siswa.

C.  KOMPONEN PENILAIAN PROSES PEMBELAJARAN

Dimensi penilaian proses belajar mengajar berkenan dengan komponen-komponen yang membentuk proses belajar-mengajar dan keterkaitan antara komponen-komponen tersebut. Komponen pengajaran sebagai dimensi penilaian proses belajar-mengajar mencakup :

a.    Komponen tujuan instruksional
Meliputi aspek-aspek ruang lingkup tujuan, abilitas yang terkandung didalamnya, rumusan tujuan , kesesuaian dengan kemampuan siswa, jumlah dan waktu yang tersedia untuk mencapainya, kesesuaian dengan kurikulum yang berlaku, keterlaksanaan dalam pengajaran.
b.    Komponen bahan pengajaran
Meliputi ruang lingkupnya, kesesuaian dengan tujuan, tingkat kesulitan bahan kemudahan memperoleh dan mempelajarinya, daya guna bagi siswa, keterlaksanaan sesuai dengan waktu yang tersedia, sumber-sumber untuk mempelajarinya, cara mempelajarinya, kesinambungan bahan, relevansi bahan dengan kebutuhan siswa, prasyarat mempelajarinya.
c.      Komponen siswa
Meliputi kemampuan prasyarat, minat dan perhatian, motivasi, sikap, cara belajar yang dimiliki, hubungan sosialisasi dengan teman sekelas, masalah belajar yang dihadapi, karakteristik dan kepribadian, kebutuhan belajar, indetitas siswa dan keluarganya yang erat kaitannya dengan pendidikan di sekolah.
d.    Komponen guru
Meliputi penguasaan mata pelajaran, keterampilan mengajar, sikap keguruan, pengalaman mengajar, cara mengajar, cara menilai, kemauan mengembangkan profesinya, keterampilan berkomunikasi, kepribadian , kemampuan dan kemauaan memberikan bantuan dan bimbingan kepada siswa, hubungan dengan siswa dan rekan sejawatnya, penampilan dirinya, keterampilan lain yang diperlukan.
e.    Komponen alat dan sumber belajar
Meliputi jenis alat dan jumlahnya, daya guna, kemudahan pengadaanya, kelengkapannya, maanfaatnya bagi siswa dan guru, cara pengunaanya. Dalam alat dan sumber belajar ini termasuk alat peraga, buku sumber, laboratorium dan perlengkapan belajar lainya.
f.     Komponen penilaian
Meliputi jenis alat penilaian yang digunakan, isi dan rumusan pertayaan, pemeriksaan dan interprestasinya, sistem penilaian yang digunakan, pelaksanaan penilaian, tindak lanjut hasil penilaian, pemanfaatan hasil penilaian, administrasi penilaian, tingkat kesulitan soal, validitas dan reliabilitas soal penilaian, daya pembeda, frekuensi penilaian dan perencanaan penilaian.

D.  KRITERIA PENILAIAN PROSES PEMBELAJARAN

Menurut Nana Sudjana, penilaian proses belajar mengajar memiliki  kriteria, yaitu :
1.    Konsistensi kegiatan belajar mengajar dengan kurikulum.
Kurikulum adalah   program belajar mengajar yang telah ditentukan sebagai acuan apa yang seharusnya dilaksanakan. Keberhasilan proses belajar mengajar dilihat sejauh mana acuan tersebut dilaksanakan secara nyata dalam bentuk dan aspek-aspek :
a.    Tujuan-tujuan pengajaran.
b.    Bahan pengajaran yang diberikan.
c.     Jenis kegiatan yang dilaksanakan
d.    Cara melaksanakan jenis kegiatan
e.    Peralatan yang digunakan untuk masing- masing kegiatan.
f.     Penilaian yang digunakan untuk setiap tujuan.
  
2.    Keterlaksanaanya oleh guru
Dalam hal ini adalah sejauh mana kegiatan program yang telah dilaksanakan oleh guru tanpa mengalami hambatan dan kesulitan yang berarti. Dengan apa yang direncanakan dapat diwujudkan sebagaimana seharusnya, keterlaksanaan ini dapat dilihat dalam hal :
a.    Mengkodisikan kegiatan belajar siswa.
b.    Menyiapkan alat, sumber dan perlengkapan belajar.
c.     Waktu yang disediakan untuk waktu belajar mengajar.
d.    Memberikan bantuan dan bimbingan belajar kepada siswa.
e.    Melaksanakan proses dan hasil belajar siswa.
f.  Menggeneralisasikan hasil belajar saat itu dan tindak lanjut untuk   kegiatan belajar   mengajar berikutnya.

3.    Keterlaksanaannya oleh siswa
Dilihat sejauh mana siswa melakukan kegiatan pembelajaran dengan program yang telah ditentukan guru tanpa mengalami hambatan dan kesulitan yang berarti, hal ini mencakup:
a.    Memahami dan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh guru.
b.    Semua siswa turut melakukan kegiatan belajar.
c.     Tugas-tugas belajar dapat diselesaikan sebagaimana mestinya.
d.    Manfaat semua sumber belajar yang disediakan guru.
e.    Menguasai tujuan-tujuan pengajaran yang telah ditetapkan guru.

4.    Motivasi belajar siswa
Keberhasilan proses belajar-mengajar dapat dilihat dalam motivasi belajar yang ditujukan para siswa pada saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar . dalam hal :
a.    Minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran.
b.    Semangat siswa untuk melakukan tugas-tugas belajarnya.
c.     Tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas-tugas belajarnya.
d.    Reaksi yang ditunjukan siswa terhadap stimulus yang diberikan guru.
e.    Rasa senang dan puas dalam mengerjakan tugas yang diberikan.

5.    Keaktifan para siswa dalam kegiatan belajar
Penilaian proses belajar mengajar terutama adalah melihat sejauh mana keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar , keaktifan siswa dapat dilihat dalam  hal :
a.    Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya.
b.    Terlibat dalam pemecahan masalah.
c.     Bertanya kepada teman atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapi.
d.    Berusaha tahu mencari informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah.
e.    Melaksanakan diskusi kelompok sesuai dengan petunjuk guru.
f.     Menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperolehnya.
g.    Melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal yang sejenis.
h.    Kesempatan mengunakan atau menerapkan apa yang telah diperolehnya dalam menyelesaikan tugas atau persoalan yang dihadapinya.

6.    Interaksi guru dan siswa
Interaksi guru dan siswa berkenaan dengan hubungan timbal balik dalam melakukan kegiatan belajar mengajar, hal ini dapat dilihat:
a.    Tanya jawab atau dialog antara guru dengan siswa atau antara siswa dengan siswa.
b.    Bantuan guru terhadap siswa yang mengalami kesulitan belajar, baik secara individual mupun secara kelompok.
c.     Dapatnya guru dan siswa tertentu dijadikan sumber belajar.
d.    Senangtiasa beradanya guru dalam situasi belajar mengajar sebagai fasilitator belajar.
e.    Tampilnya guru sebagai pemberi jalan eluar manakala siswa menghadapi jalan buntu dalam tugas belajarnya.
f.     Adanya kesempatan mendapat umpan balik secara berkesinambungan dari hasil belajar yang diperoleh siswa.

7.    Kemampuan atau keterampilan guru mengajar
Keterampilan guru mengajar merupakan puncak keahlian guru yang professional dalam hal bahan pengajaran, komunikasi dengan siswa, metode mengajar, dll. Beberapa indikator dalam menilai kemampuan ini antara lain :
a.    Menguasai bahan pelajaran yang diajarkan kepada siswa.
b.    Terampil berkomunikasi dengan siswa.
c.     Menguasai kelas sehingga dapat mengendalikan kegiatan kelas.
d.    Terampil mengunakan berbagai alat dan sumber belajar.
e.    Terampil mengajukan pertanyaan, baik lisan maupun tulisan.

8.    Kualitas hasil belajar yang diperoleh siswa
Salah satu keberhasilan proses belajar-mengajar dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Dalam hal ini aspek yang dilihat antara lain:
a.    Perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku siswa setelah menyelesaikan pengalaman belajarnya.
b.    Kualitas dan kuantitas penguasaan tujuan instruksional oleh para siswa.
c.     Jumlah siswa yang dapat mencapai tujuan instruksional minimal 75 dari jumlah intrusional yang harus dicapai.
d.    Hasil belajar tahan lama diingat dan dapat digunakan sebagai dasar dalam mempelajari bahan berikutnya.

Kriteria yang telah dijelaskan paling tidak dapat dijadikan pegangan oleh para penilai proses belajar mengajar agar supaya memperbaiki proses belajar mengajar dapat ditentukan ebih lanjut. Dari kriteria tersebut penilai dapat melihat bagian-bagian mana yang telah dicapai untuk kemudian dilakukan tindakan upaya memperbaikinya. Sekalipun kriteria tersebut masih umum sifatnya, para penilaian dapat dengan mudah mengembangkan dan menjabarkannya lebih lanjut sesuai dngan bidang studi atau diajarkanya. Hal ini penting mengingat setiap mata pelajaran atau bidang studi memiliki beberapa karekteristik tertentu, baik dalam hal tujuan, bahan, metode mempelajarinya, maupun sistem penilaiannya.

Dari Uraian diatas, ada beberapa pertanyaan yang menurut penulis perlu untuk didiskusikan:
1.   Dalam penilaian terdapan 2 jenis penilaian yaitu penilaian proses dan penilaian hasil, menurut pembaca apakah persamaan kedua jenis penilaian tersebut?
2.   Sepengetahuan saya, hanya ada satu intrumen penilaian proses yaitu angket bagaimana menurut pembaca apakah ada intrumen lain selain angket?
3.   Pada pembelajaran abad 21 terdapat empat kriteria yaitu 4C, bagaimana menerapkan penilaian proses ke dalam kriteria tersebut?









9 komentar:

  1. Terimakasih saudari renny atas artikelnya, sangat menarik untuk dibaca..
    Terkait pertanyaan terakhir kita tahu bahwa pendidikan abad 21 mempunyai karakteristik 4c yg dititik beratkan kepada siswa. Untuk menerapkan penilaian proses kedalam kriteria tersebut maka kita harus menyesuaikan instrumen penilaian yang menyangkut keempat kriteria tersebut. Saat membuat instrumen penilaian kita harus mempertimbangkan semua indikator,tujuan,karakteristik dan modelnya.. Terimakasih

    BalasHapus
  2. saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1. Dalam penilaian terdapat 2 jenis penilaian yaitu penilaian proses dan penilaian hasil, menurut pembaca apakah persamaan kedua jenis penilaian tersebut? menurut saya, penilaian terhadap proses maupun hasil belajar dapat dijadikan sebagai indikator keberhasilan guru dan siswa.perlu juga adanya keseimbangan antara penilaian proses dan hasil belajar siswa. Dengan demikian kegiatan penilaian yang dilakukan dalam pembelajaran akan berdaya dan berhasil guna.terimakasih ^_^

    BalasHapus
  3. mencoba jawab pertanyaan nomor 2, Dalam penilaian terdapan 2 jenis penilaian yaitu penilaian proses dan penilaian hasil, menurut pembaca apakah persamaan kedua jenis penilaian tersebut?
    keberhasilan pengajaran tidak hanya dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh siswa, tetapi juga dari segi prosesnya. hasil belajar pada dasarnya merupakan akibat dari suatu proses belajar. ini berarti optimalnya hasil belajar siswa tergantung pula pada proses belajar siswa dan proses mengajar guru.

    BalasHapus
  4. Sepengetahuan saya, hanya ada satu intrumen penilaian proses yaitu angket bagaimana menurut pembaca apakah ada intrumen lain selain angket? menanggapi pertanyaan ini, ada instrumen lain yang pernah saya gunakan yaitu lembar observasi, contoh lembar observasi siswa yang berisi kegiatan siswa dari awal hingga akhur proses pembelajaran, lembar itu diisi oleh guru pengajar.

    BalasHapus
  5. Saya akan menanggapi pertanyaan sdri.Renny mengenai : Sepengetahuan saya, hanya ada satu intrumen penilaian proses yaitu angket bagaimana menurut pembaca apakah ada intrumen lain selain angket?

    -sepengetahuan saya, dalam penilaian proses,selain menggunakan angket, kita bisa juga menggunakan lembar observasi,daftar cek dan rubrik.

    Terima kasih.

    BalasHapus
  6. terima kasih,,, menjawab nomor 2 Sepengetahuan saya, hanya ada satu intrumen penilaian proses yaitu angket bagaimana menurut pembaca apakah ada intrumen lain selain angket?
    menurut saya Instrumen tersebut terdapat dua bagian, yaitu; tes dan nontes. Yang termasuk kelompok tes adalah tes prestasi belajar, tes intelegensi, tes bakat, dan tes kemampuan akademik. Sedangkan yang termasuk dalam kelompok non-tes adalah skala sikap, skala penilaian, pedoman observasi, pedoman wawancara, angket, pemeriksaan dokumen dan sebagainya. Instrumen yang berbentuk tes bersifat performansi maksimum sedang instrumen non-tes bersifat performansi tipikal. jdi intrumen penilaian proses bukan hanya angket saja.

    BalasHapus
  7. Assalamualaikum,
    saya mencoba menjawab pertanyaan nomor 1. persamaanny apa yaitu sama-sama memiliki tujuan untuk medapatkan data penilain, tolak ukur siswa, dengan adanya angka yang keluar mempermudah guru untuk menyimpulkan bahwan siswa tersebut mampu.
    terima kasih, wasalamualaikum

    BalasHapus
  8. Assalamualaikum saya akan lenjawab pertanyaan nomr 1. Menurut saya, kegiatan penilaian proses maupun penilaian hasil itu untuk melihat keberhasilan guru dalam membelajarkan siswa.

    BalasHapus
  9. Dalam penilaian terdapan 2 jenis penilaian yaitu penilaian proses dan penilaian hasil, menurut pembaca apakah persamaan kedua jenis penilaian tersebut?

    persamaan dari kedua jenis penilaian adalah sama-sama merupakan penilaian yang dilakukan oleh guru untuk melihat sejauh mana perkembangan siswa dalam memahami materi pembelajaran.

    BalasHapus